Surat Jerami di Meja Austin

Penggunaan Speech Act Theory Sebagai Usaha Pembacaan Efektif Ujaran Performatif dalam Surat Yakobus

DOI:

https://doi.org/10.46567/ijt.v4i2.43

Kata Kunci:

J. L. Austin, teori tindak-wicara, ujaran performatif, tindak lokusi, tindak ilokusi, tindak perlokusi, surat Yakobus, hermeneutika, linguistik, filsafat analitik

Abstrak

Berbagai pendekatan hermeneutis makin banyak muncul sebagai respons atas kesulitan-kesulitan yang terjadi dalam pembacaan teks, terlebih tulisan sakral. Sebuah ontologi bahasa yang ditelurkan oleh John Langshaw Austin (1911-1960) dapat memberikan perspektif baru dalam memandang sebuah ujaran. Austin menganggap bahwa ada banyak jenis bahasa yang diujarkan oleh manusia. Adalah sebuah tindakan bila seseorang mengujarkan sebuah kalimat. Austin menamainya “ujaran performatif,” yaitu memperformakan tindakan melalui ujaran. Melalui teori tindak-wicara yang dicetuskannya, Austin menjelaskan bahwa ada tiga tindakan yang secara sekaligus dieksemplifikasi dalam sebuah ujaran. Tindakan tersebut adalah “tindak lokusi;” tindakan mengujarkan kumpulan kata-kata tertentu, “tindak ilokusi,” tindakan memberikan daya pada sebuah ujaran; serta “tindak perlokusi,” tindakan mencapai dampak yang terjadi pada pendengar ujaran. Saya mengusulkan pendekatan Austin dalam menafsirkan surat Yakobus. Beberapa pertimbangan menunjukkan bahwa penafsiran surat Yakobus akan lebih kaya bila didekati dengan teori tindak-wicara. Apa yang harus dilakukan penafsir terhadap ujaran dalam surat Yakobus adalah mendistingsi ketiga jenis tindakan dari penulis Yakobus. Tujuan akhirnya adalah menebak tindak peraihan dampak yang diinginkan oleh pengujar surat terhadap pembaca pertamanya.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Alston, William P. Philosophy of Language. Englewood Cliffs: Prentice-Hall, 1964.

Austin, John Langshaw. How to Do Things with Words. London: Clarendon, 1962.

Ayer, A. J. Language, Truth and Logic. London: Victor Gallancz, 1936.

Bloomberg, Craig L., dan Mariam J. Kamell. James. Zondervan Exegetical Commentary of New Testament. Grand Rapids, MI: Zondervan, 2008.

Blue, Scott A. “Meaning, Intention, and Application: Speech Act Theory in the Hermeneutics of Francis Watson and Kevin J. Vanhoozer.” Trinity Journal of Theology (2002): 161–184.

Botha, J. Eugene. Jesus and the Samaritan Woman: A Speech Act Reading of John 4:1-42. London: Clack, 2013.

Buss, Martin J. “The Contribution of Speech Act Theory to Biblical Studies.” Semeia: An Experimental Journal for Biblical Criticism, Vol. 41 (1988): 125–134.

Carson, D. A., and Douglas J. Moo. An Introduction to the New Testament. 2nd ed. Grand Rapids, MI: Zondervan, 2005.

Cheung, Luke L. The Genre, Composition, and Hermeneutics of James. London: Paternoster, 2013.

Clark, Gordon H. Language and Theology. Maryland: Trinity Foundation, 1993.

Davids, Peter H. The Epistle of James: A Commentary on the Greek Text. New International Greek Testament Commentary. Grand Rapids, MI: Eerdmans, 1982.

Geisler, Norman. “Ayer, A. J.” Encyclopedia of Christian Apologetics. Grand Rapids, MI: Baker, 1999.

Horsfjord, Vejorn L. “Dialog as Speech Act and Discourse: Methods to Understand What Interreligious Dialog Doe with Reference to a Common Word Beetween Us and You.” Journal of Ecumenical Studies, Vol. 48 (2013): 289–298.

Jarrett, Charles E. “Philosophy of Language in the Service of Religious Studies.” Semeia: An Experimental Journal for Biblical Criticism, Vol. 41 (1988): 143–160.

Johnson, Luke Timothy. The Letter of James: A New Translation with Introduction and Commentary. New Haven, CT: Yale University, 2008.

Lea, Thomas D. Hebrews & James. vol. 10 vols. Holman New Testament Commentary. Nashville, TN: Broadman & Holman, 1999.

Macdonald, Graham. “Alfred Jules Ayer.” Education. Stanford, n.d. accessed 27 April 2016. http://plato.stanford.edu/entries/ayer/.

McCabe, David R. How To Kill Things With Words: Ananias and Sapphira under the Prophetic Speech-Act of Divine Judgement (Acts 4:32-5:11). Library of New Testament Studies. London: Clark, 2013.

Moo, Douglas J. James: An Introduction and Commentary. Tyndale New Testament Commentaries. Downers Grove, IL: Inter-Varsity, 1985.

Osborne, Grant R. Spiral Hermeneutika: Pengantar Komprehensif Bagi Penafsiran Alkitab. Surabaya: Momentum, 2006.

Patte, Daniel. “Speech Act Theory and Biblical Exegesis.” Semeia: An Experimental Journal for Biblical Criticism, Vol. 41 (1988): 85–102.

Perdue, John G. “The Social Character of Paraenesis and Paraenetic Literature.” Semeia: An Experimental Journal for Biblical Criticism, Vol. 50 (1990): 5–39.

Potter, Jonathan. “Wittgenstein and Austin.” In Discourse Theory and Practice: A Reader. London: Sage, 2001.

Ricoeur, Paul. Teori Interpretasi: Memahami Teks, Penafsiran, dan Metodologinya. Jogjakarta: IRCiSoD, 2012.

Ropes, James Hardy. A Critical and Exegetical Commentary on the Epistle of St. James. New York: C. Scribner’s Sons, 1916.

Searle, John R. Speech Acts: An Essay in the Philosophy of Language. Cambridge: Cambridge University Press, 1969.

Tanney, Julia. “Gilbert Ryle.” Education. Stanford, n.d. accessed 27 April 2016. http://plato.stanford.edu/entries/ryle/.

Vanhoozer, Kevin. Adakah Makna dalam Teks Ini?: Alkitab, Pembaca, dan Moralitas Pengetahuan Sastra. Surabaya: Momentum, 2013.

_______. First Theology: God, Scripture, Dan Hermeneutics. Downers Grove: IVP, 2002.

Wallace, Daniel B. The Basics of the New Testament Syntax: An Intermediate Greek Grammar. Grand Rapids, MI: Zondervan, 2000.

White, Hugh C. “Introduction: Speech Act Theory and Literary Criticism.” Semeia: An Experimental Journal for Biblical Criticism, Vol. 41 (1988): 1–24.

Wibisono, Koento. “Dasar-Dasar Filsafat.” Depdikbud, 1994. Universitas Terbuka.

Wolterstorff, Nicholas. Divine Discourse: Philosophical Reflections on the Claim That God Speaks. Cambridge: Cambridge University Press, 1995.

Diterbitkan

2016-12-30 — Diperbaharui pada 2016-12-30

Cara Mengutip

Surat Jerami di Meja Austin: Penggunaan Speech Act Theory Sebagai Usaha Pembacaan Efektif Ujaran Performatif dalam Surat Yakobus. (2016). Indonesian Journal of Theology, 4(2), 257-279. https://doi.org/10.46567/ijt.v4i2.43