Indonesian Journal of Theology https://indotheologyjournal.org/index.php/home <p style="text-align: justify;">Indonesian Journal of Theology (<a href="http://u.lipi.go.id/1380233667">E-ISSN: 2339-0751</a>) adalah sebuah jurnal teologi yang dipublikasi oleh Asosiasi Teolog Indonesia. IJT digagas dengan tujuan memperkaya diskursus teologi antar teolog-teolog antar-denominasi dan antar-iman, terutama di konteks Indonesia. Selain itu, kami juga ingin berkontribusi kepada diskursus teologis yang lebih luas di kekristenan dunia saat ini, khususnya di konteks Asia, dengan mempublikasikan karya-karya dari penulis dari seluruh dunia. Kami menerima kontribusi dari sarjana-sarjana dalam bidang teologi, studi agama-agama, dan bidang-bidang terkait lainnya.</p> <p style="text-align: justify;">Anda dapat mengakses IJT dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Sila pilih bahasa yang diinginkan melalui menu di sebelah kanan.<br /><br /><em>To access the IJT in English, choose <strong>English</strong> at the <strong>Bahasa </strong>option on the right side. </em></p> id-ID editor@indotheologyjournal.org (Hans A. Harmakaputra) noes2305@indotheologyjournal.org (Adrianus Yosia) Kam, 31 Des 2020 00:00:00 +0000 OJS 3.2.0.3 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Christianities in Southeast Asia https://indotheologyjournal.org/index.php/home/article/view/221 <p>Artikel ini merupakan pendahuluan dari editor untuk edisi spesial "Christianities in Southeast Asia."</p> Hans Harmakaputra Hak Cipta (c) https://indotheologyjournal.org/index.php/home/article/view/221 Resensi Buku Interfaith Engagement in Milwaukee: A Brief History of Christian-Muslim Dialogue https://indotheologyjournal.org/index.php/home/article/view/220 Hans Harmakaputra Hak Cipta (c) https://indotheologyjournal.org/index.php/home/article/view/220 MUNGKINKAH DUAL BELONGINGS SEBAGAI ALTERNATIF MENCAPAI KESEMPURNAAN ROHANI? https://indotheologyjournal.org/index.php/home/article/view/219 <p>Abstrak</p> <p>Kepemilikan kepercayaan ganda merupakan sebuah realitas ditengah masyarakat yang terbentuk melalui interaksi sosial, budaya dan juga tatanan keluarga. Realitas tersebut menjadi fokus penelitian yang dilakukan oleh Knitter, Drew dan Cornille. Melalui interaksi pribadi Knitter, Drew dan Cornille terhadap realitas keberagaman agama yang terintegrasi dalam kehidupan masayarakat secara sosial dan budaya (khususnya di Asia) memberikan sebuah nilai tambah dalam membangun dialog dan kerja sama antarumat beragama. Knitter, Drew dan Cornille menilai bahwa kepercayaan ganda menjadi sebuah tradisi yang baik dan positif. Bahkan Knitter sendiri melalui pengalamannya memberi kesimpulan bahwa kepercayaan ganda merupakan alternatif mencapai spiritualitas yang baik. Sekalipun Cornille secara mayor setuju dengan praktik ritual dual belongings tetapi dia meragukan komitmen dan penyerahan diri seseorang yang menjalankan <em>dual belonging</em> secara bersamaan. Apa yang diragukan oleh Cornille paling tidak memberikan jawaban bahwa <em>dual belongings</em> tidak menjamin seseorang mencapai tingkat spiritualitas yang baik dan maksimal. Oleh sebab itu bentuk <em>affiliative </em>seperti yang di gagas oleh Cea dapat menjadi alternatif bagi <em>dual belongings.</em></p> Bedali Hulu Hak Cipta (c) https://indotheologyjournal.org/index.php/home/article/view/219 Memahami Pemuridan Maria sebagai Realisasi Tubuh Mistik https://indotheologyjournal.org/index.php/home/article/view/217 <p><em>The Blessed Virgin Mary is intimately united with the Church. It was through her gift and role as the Mother of God that she is united with her Son, the Redeemer of the world. In the same way, also, every follower of her Son becomes her sons and daughters too, making her the Mother of all. According to St. Thomas Aquinas, the Church, being the living body of Christ, is compacted out of a plurality of members who are quickened and governed by a single principle, which is the Holy Spirit. Every member of the Church is called to return to God as He placed in men some tendencies which flow from Him to wit: the theological virtues. To achieve this, a model must be looked upon by the members of the Church as the realization of this call, which is the Blessed Virgin Mary. Thus, the main question is: What is the role of the Blessed Virgin Mary in the Realization of the Mystical Body of Christ? In light of this, this paper discusses the following themes: first, St. Thomas' teaching about the Church as the Mystical Body of Christ wherein its members are animated by the theological virtues; second Mary as Disciple of Christ as discussed in the Magisterial documents; and third, Mary's Discipleship as the realization of the Mystical Body of Christ which is the model for every faithful of the Church.&nbsp; &nbsp;&nbsp;</em></p> Andrew Chanco Hak Cipta (c) https://indotheologyjournal.org/index.php/home/article/view/217 MUNGKINKAH DUAL BELONGINGS SEBAGAI ALTERNATIF MENCAPAI KESEMPURNAAN ROHANI? https://indotheologyjournal.org/index.php/home/article/view/215 <p>Abstrak</p> <p>Kepemilikan kepercayaan ganda merupakan sebuah realitas ditengah masyarakat yang terbentuk melalui interaksi sosial, budaya dan juga tatanan keluarga. Realitas tersebut menjadi fokus penelitian yang dilakukan oleh Knitter, Drew dan Cornille. Melalui interaksi pribadi Knitter, Drew dan Cornille terhadap realitas keberagaman agama yang terintegrasi dalam kehidupan masayarakat secara sosial dan budaya (khususnya di Asia) memberikan sebuah nilai tambah dalam membangun dialog dan kerjasama antar umat beragama. Knitter dan Drew menilai bahwa kepercayaan ganda menjadi ternyata sebuah tradisi yang baik dan positif. Bahkan Knitter sendiri melalui pengalamannya memberi kesimpulan bahwa kepercayaan ganda merupakan alternatif mencapai kesempurnaan rohani. Cornille memberikan pemahaman yang berbeda. Cornille menilai bahwa kepercayan ganda justru menimbulkan standar rohani ganda yang mengakibatkan kesuraman rohani. Hal ini sejajar dengan pemikiran Calvin terhadap Keluaran 20:3. Dalam penafsirannya, Calvin menegaskan bahwa kepercayaan ganda sama dengan sikap menduakan Tuhan dan melawan kehendak Tuhan.</p> Bedali Hulu Hak Cipta (c) https://indotheologyjournal.org/index.php/home/article/view/215 CARITAS AND AWLIYA https://indotheologyjournal.org/index.php/home/article/view/213 <p>Christian and Muslim relationship is one of the most interesting relation that we could investigate. There is so many conflicts between both of religion and it ends with negative assumption, discriminations, and phobias. It seems there is no other to reconcile both of this religion for the purpose of peace. When both of religion speaks about friendship, it often&nbsp; only &nbsp;to the internal community of Islam and Christian exclusively. But perhaps there is some views of friendship in Islam and Christianity that make this two religions agree and trying to build a good relationship in society. Some of the Christian and Islam scholars like Augustine and Al-Ghazali often explains the concept of friendship in their writings, Augustine offer his <em>caritas </em>concept of friendship, while Al-Ghazali explains some principals on friendships as one of the category if someone wanted to became an <em>awliya</em> or friends of Allah in properly.</p> Jonathan Cristian Wijaya Hak Cipta (c) https://indotheologyjournal.org/index.php/home/article/view/213 Book Review https://indotheologyjournal.org/index.php/home/article/view/212 <p>Book review on: <br>Steven M. Studebaker, The Spirit of Atonement: Pentecostal Contributions and Challenges to the Christian Traditions (London, UK: T&amp;T Clark, Bloomsbury Publishing Co., 2021)</p> Monte Lee Rice Hak Cipta (c) https://indotheologyjournal.org/index.php/home/article/view/212 Book Review https://indotheologyjournal.org/index.php/home/article/view/210 <p>This is a book review on Wariboko, Nimi. The Pentecostal Hypothesis: Christ Talks, They Decide. Eugene: Cascade Books, 2020</p> Monte Lee Rice Hak Cipta (c) https://indotheologyjournal.org/index.php/home/article/view/210 Contemporary Christianities in Southeast Asia https://indotheologyjournal.org/index.php/home/article/view/209 <p>Pendahuluan dari editor tamu untuk isu spesial "Kristianitas-kristianitas di Asia Tenggara"</p> Peter C. Phan Hak Cipta (c) 2021 Peter C. Phan https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 https://indotheologyjournal.org/index.php/home/article/view/209 Persepsi Risiko Covid-19 Mahasiswa Strata Satu Jurusan Teologi di Indonesia https://indotheologyjournal.org/index.php/home/article/view/208 <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menilai Risk Perception Index (RPI) mahasiswa teologi di Indonesia. Penelitian ini menyurvei 151 orang responden yang terdiri dari mahasiswa aktif jenjang strata satu jurusan teologi di beberapa fakultas teologi di Indonesia. Kuesioner dibangun atas dasar enam variabel yaitu Risk Perception (R), Information (I), Knowledge (K), Self-Protection (P), Economy (E) dan Social Cohesion (S). Analisis korelasi bivariat non-parametrik Spearman’s Rho juga dilakukan untuk melihat korelasi antar variabel. Hasil survei dan analisis menunjukkan bahwa skor RPI yang menjadi indikator persepsi risiko mahasiswa strata satu teologi di Indonesia terhadap pandemi Covid-19 tergolong agak rendah. Beberapa temuan lain dari hasil analisis menunjukkan adanya bias optimisme yang mempengaruhi persepsi risiko dan perilaku responden dalam menjaga kesehatan, terhalangnya mahasiswa teologi dalam berpartisipasi secara aktif untuk membantu di tengah konteks pandemi, dan pentingnya penyebaran informasi dan pengetahuan yang baik mengenai Covid-19 demi terbangunnya persepsi risiko yang baik dan respon yang baik dari mahasiswa teologi sebagai bagian dari masyarakat yang sedang menghadapi krisis.</em></p> Yemiko Happy Nandatama, Rezza P. Setiawan Hak Cipta (c) https://indotheologyjournal.org/index.php/home/article/view/208