Menampilkan Ya'ahowu Secara Baru Sebagai Salam Liturgis

Menghadirkan Kebertemanan Bagi Pemuda Nias

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.46567/ijt.v14i1.778

Kata Kunci:

decorum, salam, liturgi, Banua Niha Keriso Protestan (BNKP), ya’ahowu

Abstrak

Artikel ini berangkat dari kesadaran akan semakin kompleks dan mendesaknya isu kesehatan mental generasi muda. Dalam konteks tersebut, liturgi gereja dimaknai tidak hanya sebagai ruang ritual dan formasi iman, tetapi juga sebagai ruang pastoral. Artikel ini berargumen bahwa praktik pengucapan ya’ahowu dalam liturgi Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) berpotensi menghadirkan ruang pastoral yang menguatkan dan menopang generasi muda Nias dalam pergumulan mereka terkait kesehatan mental. Metode penelitian ini bersifat kualitatif-deskriptif dengan sumber data berupa teks liturgi BNKP, kajian akademik mengenai konsep ya’ahowu, pastoral liturgi, inkulturasi liturgi, serta kesehatan mental generasi muda. Data dilengkapi dengan wawancara mendalam terhadap dua tokoh budaya Nias untuk menggali makna ya’ahowu dan empat remaja Kristen Nias untuk memahami pergumulan mereka terkait kesehatan mental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pengucapan ya’ahowu dalam liturgi BNKP berpotensi mengafirmasi identitas komunitas positif, menyalakan pengharapan, dan menegaskan hidup bermakna bagi umat.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Biografi Penulis

Eirene Kardiani Gulo, Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Jakarta

Eirene Kardiani Gulo adalah mahasiswi Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Jakarta dengan bidang peminatan Liturgi.

Rasid Rachman, Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Jakarta

Rasid Rachman, lahir 1964, adalah dosen Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Jakarta bidang Liturgi.

Referensi

Agendre BNKP. Lembaga Pembinaan Literatur Gerejawi BNKP, 2016.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Nias. “Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 5,89 persen.” https://niaskab.bps.go.id/id/pressrelease/2023/11/24/281/tingkat-pengangguran-terbuka--tpt--turun-menjadi-5-89-persen.html.

Cherry, Constance M. The Worship Architect: A Blueprint for Designing Culturally Relevant and Biblically Faithful Services. Baker Academic, 2010.

_______. The Music Architect: Blueprint for Engaging Worshipers in Song. Baker Academic, 2016.

Chupungco, Anscar Javier. Liturgical Inculturation: Sacramentals, Religiosity, and Catechesis. The Liturgical Press, 1992.

Daeli, Onesius Otenieli. “Ya’ahowu: Salam Khas untuk Bersaudara dan Berbagi Berkat.” Dalam Timeless Wisdom: Guiding the Heart of People from Age to Age, eds. Agus Widodo dan Bernadus Dirgo Primawan, 309–22. Kanisius, 2025.

Danny Bird. “The History of the Hitler Salute, From Its Dubious Roman Origins to Its Use by the Far Right.” History Extra, 24 January 2024. https://www.historyextra.com/period/20th-century/hitler-salute-roman-origins/.

Earey, Mark. Worship That Cares: An Introduction to Pastoral Liturgy. SCM Press, 2012.

Erikson, Erik H. Identity, Youth and Crisis. W. W. Norton, 1968.

Fadhlurrahman, Irfan. “Proporsi Tingkat Pendidikan Penduduk Kabupaten Nias (Desember 2024).” Katadata Media Network Kataboks. https://databoks.katadata.co.id/ demografi/statistik/5b5ca79f63ec58b/1564-ribu-penduduk-nias-lulusan-smp-pada-desember-2024.

Fitriyani, Resti. “Salve: Artinya Apa? Simak Arti Salam Salve, Lengkap Dibalas Apa dan Perbedaan Shalom dan Salve.” Suara Merdeka Jogja, 15 Agustus 2025. https://jogja.suaramerdeka.com/gaya-hidup/ 1815733065/salve-artinya-apa-simak-arti-salam-salve-lengkap-dibalas-apa-dan-perbedaan-shalom-dan-salve.

Grimes, Ronald L. “Modes of Ritual Sensibility.” In Foundation in Ritual Studies: A Reader for Students of Christian Worship, edited by Paul Bradshaw and John Melloh, 131–47. Baker Academic, 2007.

_______. Beginnings in Ritual Studies, 3rd ed. Createspace Independent Pub, 2010.

Lase, Apolonius. Kamus Li Niha: Nias-Indonesia. PT Kompas Media Nusantara, 2011.

Lembaga Alkitab Indonesia. Soera Ni’amonio’. Kelompok Kerja Mitra Nias Sinode GKI Jawa Barat dan Lembaga Alkitab Indonesia, t.t.

McCall, Richard D. Do This: Liturgy as Performace. University of Notre Dame Press, 2007.

Pembroke, Neil. Pastoral Care in Worship: Liturgy and Psychology in Dialogue. T&T Clark International, 2010.

Prent, K., J. Adisubrata, dan W.J.S. Poerwadarminta. Kamus Latin-Indonesia. Kanisius, 1969.

Segler, Franklin M. and Randall Bradley. Christian Worship: Its Theology and Practice, 3rd ed. B&H Publishing Group, 2006.

Sudjiman, Panuti. “Anda: The Egalitarian Second Person Singular Pronoun.” Dalam Kajian Serba Linguistik: untuk Anton Moeliono Pereksa Bahasa, edited by Bambang Kaswati Purwo, 211–19. BPK Gunung Mulia dan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, 2000.

Swellengrebel, J.L. Mengikuti Jejak Leijdecker: Satu Setengah Abad Penerjemahan Alkitab dan Penelitian Bahasa dalam Bahasa-bahasa Nusantara, Jilid 1 (1800-1900). Translated by Sonia Hummel-Parera dan Th. van den End. Lembaga Alkitab Indonesia, 2006.

TanjungPura.Id. “Makna Salam Budaya Dayak: Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata.” 5 September 2025. https://tanjungpura.id/2025/09/makna-salam-budaya-dayak-adil-ka-talino-bacuramin-ka-saruga-basengat-ka-jubata/.

Yani, Thalatie K. “Artinya Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh & Adab Mengucapkannya.” Media Indonesia, 7 Oktober 2025. https://mediaindonesia.com/humaniora/818168/artinya-assalamualaikum-warahmatullahi-wabarakatuh--adab-mengucapkannya.

Diterbitkan

2026-07-31

Cara Mengutip

Gulo, E. K., & Rachman, R. . (2026). Menampilkan Ya’ahowu Secara Baru Sebagai Salam Liturgis: Menghadirkan Kebertemanan Bagi Pemuda Nias. Indonesian Journal of Theology, 14(1), 81-101. https://doi.org/10.46567/ijt.v14i1.778

Terbitan

Bagian

Artikel