Perempuan, Tubuhnya dan Narasi Perkosaan dalam Ideologi Patriarki

Kajian Hermeneutik Feminis Terhadap Narasi Perkosaan Tamar dalam II Samuel 13:1-22

Penulis

  • Suryaningsi Mila Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kristen Sumba (GKS) Lewa

DOI:

https://doi.org/10.46567/ijt.v4i1.48

Kata Kunci:

kekerasan, perkosaan, hermeneutik feminis, patriarki

Abstrak

Perkosaan atas Tamar ditulis dalam sebuah konflik kepentingan antara Amnon dan Absalom, saudaranya. Tamar bukanlah pemain utama dari kisah ini. Dia hidup di bawah aturan dan pengawasan laki-laki. Pada dasarnya, perkosaan atas Tamar adalah permulaan dari konflik antara Absalom dan Amnon yang bertarung merebut takhta sebagai adalah simbol kekuasaan. Faktanya, Tamar adalah korban yang dibisukan. Oleh karena itu, diperlukan sebuah pendekatan kritis seperti hermenutik feminis untuk membaca dan menafsirkan ulang kisah ini. Hermenutik feminis adalah salah satu pendekatan yang menggali semua kisah yang tersembunyi khususnya mengenai kisah-kisah kaum perempuan. Pendekatan hermeneutik feminis kritis akan menolong pembaca untuk menghasilkan sebuah rekonstruksi teologis atas pengalaman penindasan dan perjuangan Tamar. Dari perspektif hermeneutik feminis kritis, cerita Tamar dan lukanya akan menjadi perhatian utama. Tamar tidak akan selamanya menangisi luka-lukanya dan traumanya. Tamar tidak lagi menangisi luka-luka dan traumanya. Dia memiliki kesempatan untuk menceritakan pengalaman pahitnya. Dia memiliki ruang untuk bicara dengan keras dan membagikan rasa sakitnya. Kisah survival Tamar sebagai penyintas akan dikenang dan dirayakan sebagai titik pijak untuk berjuang melawan kekerasan dalam konteks masa kini. Pendekatan ini juga akan membimbing gereja untuk memikirkan ulang dan membingkai ulang pemahaman teologisnya terkait dengan maraknya kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak-anak. Temuan atas narasi Tamar dapat dijadikan acuan untuk membongkar budaya patriarki untuk membangun sebuah teologi kesetaraan antara laki-laki dan perempuan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Biografi Penulis

Suryaningsi Mila, Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kristen Sumba (GKS) Lewa

Menyelesaikan studi S1 Teologi dan S2 Sosiologi Agama di kampus UKSW, Salatiga. Pada tahun 2010, mulai mengajar di kampus STT GKS Lewa pada bidang hermeneutik Perjanjian Lama, Sosiologi dan Metode Penelitian Sosial dan Teologi. Selain itu, saya juga pernah menulis beberapa artikel dalam buku dan jurnal.

Referensi

Arivia, Gadis. Feminisme: Sebuah Kata Hati. Jakarta: Buku Kompas, 2006.

Blommendal, J. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1979.

Bronner, Leila Leah.From Eve to Esther: Rabbinic Reconstruction Of Biblical Women. Louisville, KY: John Knox Press, 1994.

Fakih, Mansour. Analisis Gender & Transformasi Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1996.

Fiorenza, Elizabeth Schussler. Bread Not Stone: The Challenge of Feminist Biblical Interpretation. Boston, MA: Beacon Press, 1995.

_______. Untuk Mengenang Perempuan Itu: Rekonstruksi Teologis Feminis tentang Asal-usul Kekristenan. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1995.

Karman, Yonky. Bunga Rampai Teologi Perjanjian Lama. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2004.

Ruether, Rosemary Radford. Sexism and God Talk–Toward a Feminist Theology. Boston, MA: Beacon Press, 1993.

Sakenfeld, Katherine Doob. “Beberapa Pendekatan Feminis Terhadap Kitab Suci.” Dalam Perempuan & Tafsir Kitab Suci. Ed., Letty M. Russel. Jakarta: BPK Gunung Mulia & Yogyakarta: Kanisius, 1998.

Stanislaus, Surip. Mematahkan Siklus Kekerasan. Yogyakarta: Kanisius, 2007.

Young, Pamela Dicky. Feminist Theology/Christian Theology: In Search of Method. Minneapolis, MN: Fortress Press, 1990.

Timo, Eben Nuban. Hagar dan Putri-Putrinya. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2002.

Diterbitkan

2016-07-30 — Diperbaharui pada 2016-07-30

Cara Mengutip

Mila, S. (2016). Perempuan, Tubuhnya dan Narasi Perkosaan dalam Ideologi Patriarki : Kajian Hermeneutik Feminis Terhadap Narasi Perkosaan Tamar dalam II Samuel 13:1-22. Indonesian Journal of Theology, 4(1), 78-99. https://doi.org/10.46567/ijt.v4i1.48